Nasional

78 Pegawai Pungli dalam Rutan KPK Minta Maaf, Tapi Hal ini Belum Berakhir!

Sidakberita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan konfirmasi sanksi terhadap 78 orang dari 90 pegawai KPK yang terlibat pungutan liar atau pungli di area Rumah Tahanan (Rutan) KPK, tak semata-mata berhenti pada hukuman permintaan maaf.

Ketua sementara KPK Nawawi Pomolango menyatakan para pegawai yang dimaksud terlibat pungli rutan sedang diproses di tempat inspektorat untuk selanjutnya dijatuhi sanksi disiplin. Hukuman disiplin sesuai dengan ketentuan bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Sekarang di tahap pemeriksaan oleh regu inspektorat KPK untuk menjatuhkan hukuman disiplin,” kata Nawawi dihubungi wartawan, Selasa (27/2/22024).

Selain diproses secara disiplin, dalam sisi lain proses pidana juga masih berlangsung. Disebut Nawawi telah terdapat beberapa jumlah orang yang digunakan dijadikan sebagai tersangka.

“Dan masih pada tahapan penyidikan. Kami sudah pernah memohonkan terhadap inspektorat serta kesekjenan juga deputi penindakan untuk mempercepat proses pemeriksaannya,” kata Nawawi.

Sebagaimana diketahui, KPK telah dilakukan menjalankan putusan Dewan Pengawas KPK, dengan mengeksekusi 78 pegawai yang mana terlibat. Berdasarkan putusan Dewas KPK, 78 pegawai disanksi dengan hukum memohonkan maaf secara dengan segera lalu terbuka.

Eksekusi permintaan maaf dilaksanakan di area gedung Juang yang digunakan berada pada gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Awal Minggu (26/2/2024)

Pelaksanaan eksekusi dipimpin Sekertaris Jenderal KPK Cahya H Harefa, kemudian Harefa juga disaksikan secara langsung oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Anggota Dewas, juga jajaran struktural KPK.

Putusan Dewas KPK

Sebanyak 78 dari 90 pegawai KPK yang mana terlibat pungli divonis bersalah dan juga dijatuhi sanksi berat sebagai permohonan maaf secara langsung secara terbuka. Sanksi itu dijatuhkan setelahnya Dewas KPK mengatur sidang etik dengan program putusan pada Kamis 15 Februari.

Sementara 12 pegawai, diserahkan Dewas KPK ke Sekretariat Jenderal KPK untuk ditindak secara disiplin. Langka itu diambil, sebab keterlibatan 12 pegawai KPK terjadi sebelum Dewas KPK dibentuk.

Suasana pintu masuk Rutan KPK dalam hari Natal 2023, Mulai Pekan (25/12/2023). (Suara.com/Yaumal)
Suasana pintu masuk Rutan KPK. (Suara.com/Yaumal)

Untuk diketahui pungli ini terjadi di kurun waktu 2018 sampai dengan 2023. Skor perputaran uangnya lebih lanjut dari Rupiah 6 miliar.

Modusnya para pelaku memasang tarif Rupiah 10-20 jt untuk para terdakwa untuk mendapatkan infrastruktur tambahan, seperti menyelundupkan handphone.

Selain itu mereka juga memasang tarif Mata Uang Rupiah 5 jt perbulan, pasca handphone berhasil diselundupkan ke pada sel. Masing-masing uang yang tersebut berhasil yang dikantongi para pelaku berkisar antara jutaan hingga banyak jt rupiah.

Related Articles

Back to top button