Lifestyle

Ahli Forensik Buka Motif Pembunuhan Dante, Salah Satunya Dianggap Jadi Penghalang

Sidakberita.com – Polisi akhirnya mengungkap kronologi kematian putra semata wayang Tamara Tyasmara lalu Angegr Dimas, yakni Dante (6). Dante meninggal di tempat tangan kekasih Tamara yakni Yudha Arfandi (33) kekasihnya pada waktu berenang di dalam tempat Duren Sawit, Ibukota Timur.

Kepolisian secara resmi belum mengungkapkan motif pembunuhan Dante. Kendati demikian, Ahli Forensik Reza Indragiri menduga ada dua motif yang mana melatarbelakangi pembunuhan Dante.

“Pertanyaan, kalau misalnya dituduh ini memiliki keinginan untuk mendapatkan harta atau cinta sejenisnya, maka itu motif instrumental,” ugkap Reza Indragiri di perbincangan di tempat kanal YouTube Metro TV.

“Target dalam bentuk harta atau cinta tiada berada pada korban utama yaitu si anak, dengan kata lain kenapa terperiksa tega habisi korban oleh sebab itu korban yang tersebut dianggap penutup akses untuk mendapatkan faedah yang tersebut beliau inginkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Reza menyebutkan bahwa alasan menghabisi anak dapat menjadi jalan terperiksa untuk mencapai yang dimaksud diinginkan.

Potret Tamara Tyasmara dalam Tahlilan Dante (Instagram/@rennov3011)
Potret Tamara Tyasmara di dalam Tahlilan Dante (Instagram/@rennov3011)

“Ketika anak dihabisi, akses dirinya untuk mendapatkan harta atau cinta ini terbuka, ini yang digunakan perlu diinvestigasi pihak kepolisian,” tandasnya.

Diketahui sebeumnya bahwa Kasubdit Jatanras, AKBP Rovan Richard Mahenu mengungkapkan alasannya Yudha Arfandi disangkakan pasal berlapis termasuk pasal pembunuhan berencana dan juga kekerasan terhadap anak. Hal ini sanggup menghasilkan Yudha terancam hukuman mati.

“Sebagaimana pasal 76C junto pasal 80 Undang-Undang no 35 tahun 2014 tentang uud proteksi anak dengan ancaman hukuman 15 maksimal 15 tahun kemudian pasal 340 maksimal hukuman mati, kemudian pasal 338 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun sedangkan untuk pasal 359 dengan ancaman maksimal 5 tahun,” terang Kombes Wira Satya Triputra di penghargaan perkara, hari terakhir pekan (9/2/2024).

Related Articles

Back to top button