Teknologi

Program Kencan Bumble PHK Bermacam-macam Karyawan, Mau Rombak Besar-besaran

Sidakberita.com – Aplikasi kencan Bumble mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk beratus-ratus karyawannya. Badai PHK Bumble ini berdampak pada 350 pegawai atau sekitar 30 persen dari total tenaga kerja.

Bumble menyatakan PHK ini akan membantu menggerakkan operasional perusahaan agar lebih lanjut kuat. Mereka juga ingin menyelaraskan model operasional demi prioritas strategis masa depan.

CEO Bumble Lidiane Jones menerangkan kalau PHK ini adalah upaya perusahaan mengambil tindakan signifikan juga tegas untuk mempercepat peta jalan produknya.

“Kami percaya tindakan ini akan menguatkan kemampuan dasar kami juga memungkinkan kami untuk terus memberikan pengalaman pengguna yang mana baru serta menarik sehingga menciptakan hubungan yang sehat juga adil,” kata Jones, diambil dari CNBC, Rabu (28/2/2024).

Berdasarkan laporan pendapatan perusahaan untuk kuartal empat (Q4) 2023, total karyawan Bumble mencapai lebih tinggi dari 950 pegawai tetap saja per 31 Desember 2022. Namun mereka akan memperbarui total jumlah total karyawan terbarunya akhir pekan ini.

Laporan itu juga mengungkapkan kalau Bumble meraih pendapatan sebesar 273,6 jt Dolar Negeri Paman Sam (Rp 4,2 triliun) pada Q4 2023. Pendapatan ini naik dari 241,6 jt Dolar Amerika Serikat pada periode yang dimaksud sebanding tahun lalu.

Bumble membukukan merugikan bersih sebesar 32 jt Dolar Amerika Serikat (Rp 501 miliar), atau 19 sen per saham, dibandingkan kuartal tahun lalu, ketika perusahaan melaporkan kerugian bersih sebesar 159,2 jt Dolar Amerika Serikat atau 35 sen per saham.

Bumble menambah daftar perusahaan teknologi yang mana mengumumkan PHK massal pada beberapa bulan terakhir. Sebelumnya ada Google juga Amazon
terus menghurangi jumlah agregat karyawannya.

Sejauh ini sudah ada ada lebih besar dari 170 perusahaan teknologi yang telah melakukan PHK massal dengan total hampir 44.000 karyawan.

Related Articles

Back to top button