Bisnis

Bank Global Soroti Rencana Makan Siang Gratis, Ingatkan Beban Utang yang digunakan Membengkak

Sidakberita.com – Kepala Perwakilan Bank Global untuk Indonesia kemudian Timor Leste Satu Kahkonen turut mengomentari persoalan Inisiatif Makan Siang Gratis dan juga Pemberian Susu Gratis Prabowo-Gibran yang digunakan digadang-gadang menghabiskan Rp400 triliun anggaran.

Dia bilang pemerintah perlu terlebih dahulu menentukan dengan pasti bentuk lalu sasaran acara tersebut. Kemudian, dibandingkan dengan sumber daya yang mana dimiliki pada waktu ini.

“Tergantung acara seperti apa yang tersebut akan dilaksanakan kemudian bentuknya apa. Semua rencananya harus benar-benar dipersiapkan lalu biayanya juga dipersiapkan,” ujar Satu di area Kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, disitir dari Antara, Selasa (27/2/2024).

Soal anggaran dirinya memohonkan agar pemerintahan baru benar-benar bisa jadi menghitung dengan tepat juga berpegang teguh dengan batasan defisit fiskal sebesar 3 persen agar beban utang tiada naik lalu membengkak.

“Kami masih menantikan (rincian acara makan siang gratis). Untuk Indonesia pada dasarnya berpegang pada pagu defisit fiskal yang mana sudah pernah ditetapkan sebesar 3 persen dari Ekonomi Nasional (produk domestik bruto), sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Adapun rincian dari acara makan siang kemudian susu gratis ala Prabowo sudah didiskusikan di pembahasan Kebijakan Kondisi Keuangan Makro juga Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025.

Program makan siang kemudian susu gratis merupakan janji yang akan ditawarkan oleh Prabowo-Gibran jikalau mereka itu menang di Pilpres 2024.

Dalam dokumen visi-misinya, keduanya menjelaskan kegiatan ini bertujuan mengatasi permasalahan stunting juga akan datang menyasar siswa pra-sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah menghadapi (SMA), lalu pesantren.

Bantuan gizi juga akan diberikan terhadap ibu hamil juga balita pada seluruh Indonesia untuk meningkatkan kondisi tubuh juga membantu dunia usaha keluarga.

Program yang dimaksud memiliki target lebih tinggi dari 80 jt penerima kegunaan dengan cakupan 100 persen pada 2029.

Related Articles

Back to top button