Kesehatan

Heboh Ulat Bulu Kucing di area Amerika Sebabkan 16 Anak Tewas, Kemenkes Buka-bukaan Soal Faktanya

Sidakberita.com – Kementerian Kesejahteraan (Kemenkes) bantah ulat berbulu atau ulat kucing mampu menyebabkan kematian merupakan kabar hoax alias berita bohong. Penegasan ini disampaikan dikarenakan sibuk di area media sosial ulat berbulu mampu menyebabkan kematian di waktu empat jam.

Juru Bicara Kemenkes, dr. M Syahril menyebutkan ulat berbulu yang mana kerap disebut ulat asp keberadaannya masih belum jelas di area Indonesia, termasuk merebaknya ancaman si penduduk terkait keberadaan hewan serangga ini belum diketahui selama usulnya.

Namun dr. Syahril menegaskan keberadaan ulat kucing ini nyata akibat mayoritas berbagai ditemukan pada Amerika Serikat. Ulat ini dapat bertambah dengan panjang sekitar 1 inci serta ditutupi oleh bulu berwarna abu abu dan juga oranye. 

Ilustrasi ulat bulu (Freepik.com)
Ilustrasi ulat bulu (Freepik.com)

Ulat ini miliki kelenjar racun yang mana terletak di dalam dasar tubuh serta tersembunyi pada antara bulunya yang lebat. Sengatan ulat ini dapat mengakibatkan reaksi yang berbeda pada setiap orang. Sengatan ulat ini cuma berbahaya bagi orang yang menderita reaksi ekstrem terhadap gigitan serangga.

“Faktanya memang sebenarnya beracun, tapi bukan ada fakta yang dimaksud menyebutkan kalau ulat ini dapat membunuh manusia. Hoaks itu,” ujar dr. Syahril melalui keterangan yang tersebut diterima suara.com, Rabu (28/2/2024).

Ia menambahkan, seseorang terkena sengatan ulat berbulu ini, hal pertama kali harus diadakan adalah mencuci area tubuh yang dimaksud terkena sengatan dengan sabun juga air untuk menghurangi rasa sakit. Selain itu disarankan juga menggunakan krim anti-gatal jikalau sengatan mulai terasa gatal.

“Segera ke dokter sekiranya ada alergi terhadap gigitan serangga atau apabila dirasa gejala terasa lebih besar parah,” lanjut dr. Syahril.

Sebelumnya menyampaikan lamanya turnbackhoax.id, heboh postingan video yang beredar di tempat Facebook kemudian menyertakan keterangan mengenai ulat yang digunakan berasal dari Amerika sudah pernah membunuh 16 anak. Konten video yang disebutkan dibarengi dengan narasumber sebagai berikut: 

” Himbauan kalo mengawasi hewan ini tolong hindari apa lg anak-anak. ini ulat dari America (ulat bulu kucing) nampaknya ulat ini telah membunuh anak 16 jiwa. awal dikira anak burung jatuh pasca dipegang anak itu kejang-kejang juga tak lama meninggal racunnya melebihi bisa saja ular. info dapat dari group,” tulis postingan yang telah tayang lebih besar dari 900 kali.

Sedangkan terkait 16 anak meninggal lantaran ulat kucing itu tidak ada benar adanya, oleh sebab itu tak ada data yang tersebut mendukung. Hanya hanya memang sebenarnya ditemukan berita dengan judul ‘Seorang Anak pada Texas Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Tersengat Ulat Paling Beracun pada Amerika’.

Namun pada berita ini juga dikatakan bahwa anak yang dimaksud bukan sampai kehilangan nyawa akibat sengatan ulat ini. Dengan demikian, postingan yang digunakan menyatakan bahwa ulat yang tersebut berasal dari Amerika telah terjadi membunuh 16 anak tidaklah benar.

Related Articles

Back to top button