Bisnis

Indonesia Memang Lagi Krisis Beras, Produksi juga Konsumsi Jomplang Selama 8 Siklus Terakhir

Sidakberita.com – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adie mengelaborasikan biang kerok penyulut biaya beras masih tinggi dalam pasaran. Salah satunya, akibat produksi beras dalam pada negeri dengan konsumsi jomplang alias defisit.

Menurut Arief, kondisi yang digunakan tak seimbang itu sudah berlangsun selama 8 bulan terakhi ini.

“Lalu pada 8 bulan terakhir, total produksi versus konsumsi beras kita mengalami defisit. Meskipun total tahun 2023 kita masih surplus 340 ribu ton, tapi kemudian pada Januari lalu Februari 2024 ini, produksi versus konsumsi kita minus 2,8 jt ton,” kata beliau seperti dikutipkan pada keterangan tertulisnya pada laman resmi Bapanas, Hari Senin (26/2/2024).

Selain itu, Mantan Bos Holding BUMN Pangan ini menjelaskan, nilai tukar beras sebeanrnya mengikuti nilai gabah. Jika nilai tukar gabah naik, maka imbasnya harga jual beras terlibat alam kenaikan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi

Baca Juga
Bagaikan Richie Rich, Ameena Halilintar Balita 2 Tahun Miliki Aset Kendaraan Hampir Simbol Rupiah 1 Miliar

“Harga beras itu terlibat apa nilai gabah, misalnya rata-rata Rupiah 8.000-8.500 memang benar nilai tukar berasnya akan Simbol Rupiah 16.000. Kenapa demikian? Memang ini terjadi di dalam seluruh dunia ya, bukan semata-mata di dalam Indonesia. Tapi percayalah bahwa pemerintah itu akan menyeimbangkan antara nilai di dalam hulu dengan nilai tukar pada hilir,” jelas dia.

Terkait indeks nilai beras dunia, FAO (The Food and Agriculture Organization) di laporan terbarunya menyebutkan pada Januari tahun ini mencapai 142,8 poin. Skala ini mengalami kenaikan 13 persen dibandingkan nilai tahun sebelumnya juga merupakan hitungan tertinggi selama 4 tahun terakhir. Untuk diketahui, indeks nilai tukar beras dunia tertinggi selama 2023 tercatat di dalam Oktober 2023 dengan poin 142,4 poin.

“Hari ini dapat kita pahami beras itu sifatnya volatile (bergejolak), sehingga perintah Bapak Presiden terkait importasi beras sejak tahun lalu, itu sudah ada tepat kemudian benar. Bayangkan di kondisi hari ini, tapi negara tiada punya stok CPP (Cadangan Pangan Pemerintah), sementara pemerintah harus melakukan intervensi pada mengatasi fluktuasi beras pada masyarakat,” imbuh dia..

Berdasarkan, data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) amatan Desember 2023, prognosis luas panen untuk padi di tempat Januari 2024 seluas 315 ribu hektar serta Februari 2024 naik ke 478 ribu hektar. Pada Maret 2024 luas panen padi semakin bertambah menjadi 1,15 jt hektar.

Dari itu, besaran produksi beras diproyeksi selama 3 bulan pertama 2024 ini dapat berada dalam nomor 5,81 jt ton. Sementara permintaan konsumsi beras se-Indonesia selama 3 bulan adalah 7,62 jt ton beras. Dalam 3 bulan awal tahun ini, ada selisih antara produksi kemudian permintaan beras beberapa orang 1,81 jt ton.

“Kita punya early warning system. Pada pada waktu BPS telah terjadi menyusun KSA, teristimewa vegetasi pangan, kita dapat mengetahui kondisi produksi tumbuhan pangan ke depan jauh-jauh hari. Dengan itu, berbagai langkah penguatan stok CPP telah dilakukan kita pastikan dengan BUMN bidang pangan,” jelas dia.

Arief menambahkan, pihaknya sama-sama Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga sedang menggenjot untuk melakukan tanam padi. Sehingga, ditargetkan RI dapat panen 2,5 juuta ton per bulan.

“Jadi sebenarnya beras itu ada lalu kami jamin cukup. Komunitas tidak ada perlu panic buying dikarenakan memang benar pemerintah sudah ada mempersiapkan jarak jauh sangat jauh hari, sehingga bukan perlu khawatir stok akan sangat cukup. Kemudian di tempat Maret memang sebenarnya diproyeksikan akan panen 3,5 jt ton. Ini adalah juga akan membantu penurunan tarif beras, dengan tentunya nilai tukar petani tak boleh turun signifikan,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button