Nasional

Polri Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pertamax Palsu: Manajer hingga Pengelola SPBU

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menetapkan lima dituduh persoalan hukum pemalsuan komponen bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Kelima terdakwa itu adalah RHS (49) selaku pengelola SPBU, AP (37) kemudian DM (41) selaku manajer SPBU, dan juga RY (24) lalu RH (26) selaku pengawas SPBU.

“Dalam penanganan perkara ini, pasukan kami dari Subdit 3 Dittipidter telah lama memproduksi 3 LP serta menetapkan 5 penduduk dituduh dan juga melakukan penyitaan beberapa barang bukti,” ujar Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifudin ketika konferensi pers dalam Bareskrim Polri, Kamis (18/3/2024).

Kelima terdakwa itu diketahui mencampurkan BBM jenis Pertalite dengan zat pewarna sehingga menyerupai Pertamax. Nunung menjelaskan, para dituduh saling mengenal serta berasal dari empat SPBU yang berbeda, yakni di dalam Kecamatan Karang Tengah Perkotaan Tangerang, setelah itu Kecamatan Pinang Daerah Perkotaan Tangerang Provinsi Banten.

“Kemudian kita kembangkan pada hari Awal Minggu 25 Maret 2024 kita lakukan lagi penindakan terhadap SPBU yang digunakan ada pada Kebun Jeruk Ibukota Indonesia Barat, juga SPBU yang mana ada pada Cimanggis Perkotaan Depok. Jadi sudah ada 4 SPBU yang digunakan melakukan penyimpangan dengan modus yang digunakan sama,” katanya.

Adapun para terperiksa dikenakan Pasal 5 Jo Pasal 28 Ayat 1 UU Nomor 2 Tahun 2001 Tentang Minyak juga Gas Bumi sebagaimana sudah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2003 Tentang Penetapan Peraturan eksekutif Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Cipta Kerja berubah jadi UU, dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun juga denda paling tinggi Rp60 miliar.

‚ÄúPasal kedua adalah Pasal 62 Ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf A UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang pengamanan konsumen, pelaku bisnis dilarang memproduksi serta atau memperdagangkan barang juga jasa, tidak ada mematuhi atau sesuai dengan standar yang tersebut dipersyaratkan pada peraturan perundang-undangan dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan juga denda paling banyak Rp2 miliar,” pungkasnya.

Artikel ini disadur dari Polri Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pertamax Palsu: Manajer hingga Pengelola SPBU

Related Articles

Back to top button